Supervisi Keperawatan

Pemberian asuhan Keperawatan yang dilakukan oleh perawat memiliki berbagai risiko terhadap keselamatan pasien (patient safety). Validitas asuhannya dan kompetensi dari perawatnya selalu harus di monitoring, agar mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit tetap terjaga mutunya. Rumah sakit telah menyiapkan standar asuhan yang akan diberikan pada pasien, dan menyiapkan tenaga keperawatan yang handal untuk memberikan pelayanan yang prima terhadap pasien. Resiko yang harus dihindari dari pemberi pelayanan yang tidak prima adanya Inciden, baik itu berupa Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) bahkan Sentinel Oleh sebab itu perlu ada monitoring dan pembinaan yang berkelanjutan dalam bentuk Supervisi yang dilakukan oleh seorang Supervisor Keperawatan, mereka Independent, tidak merangkap pekerjaan sebagai tenaga pelaksana ataupun strukturan lainnya.

Fakta dilapangan yang sekarang terjadi di Rumah sakit, Supervisor di laksanakan oleh Kepala Ruangan (rangkap jabatan) ataupun sejumlah Perawat pelaksana yang di tunjuk oleh RS untuk melaksanakan kegiatan Supervisi Keperawatan (realisasi Supervisi Rumah sakit). Kondisi ini berisiko terhadap pelayanan buruk ditandai dengan  yang tidak terimonitornya pelayanan klinis yang diberikan perawat secara komprehensif oleh perawat di Rumah sakit. Mengingat definisi Operasional dari Supervisi Keperawatan sangat berbeda dengan teorinya yang bertujuan untuk menjaga mutu pelayanan. Sedangkan definisi Clinical supervision is,“a formal process of professional support and learning which enables individual practitioners to develop knowledge and competence, assume responsibility for their own practice and enhance consumer protection and safety of care in complex clinical situations”. (DH, 1993). Supervisi klinik dilakukan untuk memperoleh refleksi dan membagi pengalaman dari praktik yang dilakukan, sebagai bagian dari upaya Continuing Professional Development (CPD). 

Menurut Bond & Holland, 1998 Clinical supervision can be offered through the framework of different models. The most common model in nursing focuses on three key functions as described, terdiri dari 3 yaitu :

  1.  Formative – educational
  2. Normative – managerial
  3. Restorative – supportive

 

Formative Function ; menyiapkan dan melaksanaan proses refleksi dari proses pembelajaran. It enables the practitioner to recognise strengths and weaknesses in their work, to further develop skills and knowledge to relate theory to practice in a critical way.

Restorative Function ; menyiapkan seorang praktisi yang akan mendukung suatu hubungan dengan perawat  berkaitan dengan pemberian respon terhadap emosi dan mengurangi distress yang muncul karena situasi dan interaksi/hubungan yang kurang baik.

Normative Function – is concerned with safe practice, maintaining and developing standards and ensuring that both local and national clinical standards are adhered to Clinical supervision is a collaborative dynamic process including the components of teaching and mentorship, which goes beyond a nurturing role.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *