CASE WRITING

Kasus yang digunakan sebagai Alat bantu Proses Pembelajaran seyogyanya dibuat sesuai dengan kenyataan (real) dari kehidupan kita. Masalah yang dapat diangkat untuk dijadikan alat bantu pendidikan sangat bervariasi di sekeliling hidup kita, tergantung pada bidang ilmu masing-masing. Penulisan kasus menjadi modal tersendiri bagi pengajar, dosen ataupun instruktur dari suatu lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kasus akan semakin kompleks bila dibuat secara multi dimensional dan lintas bidang ilmu. Kasus yang komprehensif dapat digunakan untuk beberapa mata kuliah yang terkait.

Dosen sebagai penulis case diharapakan memiliki kemampuan untuk menganalisa, mengevaluasi, Interpretasi dan mensintesa informasi dan ide-ide yang diperoleh. Pada kenyataanyya menulis kasus dapat diperkaya dengan melakukan penelitian. Penulisan kasus terdiri dari 4 ativistas utama: 1. planning,2. organizing, 3. drafting, and 4. revising.

WHAT ARE CASE STUDIES?

….The case study is an account of an administrative problem or situation in a real or imagined organization. In addition to the description of a specific problem, a case study may include additional information necessary to place the scenario in context and an analysis of possible solutions or actions arising from the situation.

Case Studies put the student in the problems solvers’ shoes

 

 

Menulis kasus yang baik, memiliki struktur yang lazim digunakan yaitu terdiri dari 3 bagian

The Opening Paragraph

Tentukan siapa Protagonis, Masalah/problem atau Issue, Dilemma dan tindakan atau Keputusan yang diwajibkan. Protagonis (bahasa Yunani: protagonistes) adalah tokoh utama dalam buku, film, permainan video, maupun teater. Dalam literatur, protagonis adalah tokoh yang melawan antagonis. Protagonis sering merupakan seorang pemeran utama, kadang-kadang seorang jagoan atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan antagonis. Sedangkan Gambarkan konteks Keputusan- Situasinya, Kondisi dan waktu dari kasus (Jalan cerita dan Frame Keputusan dapat “Terputus”. Cara pandang dan komunikasi dari kasus, harus jelas, ringkas dan lengkap. Normalnya Paragrap awal ( opening paragraph) mengandung kurang lebih 6 kalimat. Gunakan pertanyaan • what • who • why • where • when

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *