ANTIBIOGRAM

 

Resistensi terhadap antibiotika adalah fenomena yang alami. Bila suatu antibiotika digunakan, bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotika tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat terus hidup daripada bakteri lain yang lebih “rentan.” Bakteri yang rentan akan dapat dibasmi atau dihambat pertumbuhannya oleh suatu antibiotika, menghasilkan suatu  tekanan selektif terhadap bakteri lain yang masih bertahan hidup untuk menciptakan turunan yang resisten terhadap antibiotika. Namun demikian, bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotika dalam jumlah yang sangat tinggi sekarang ini disebabkan karena adanya penyalahgunaan dan penggunaan antibiotika secara berlebihan. Di beberapa negara dan melalui internet, antibiotik dapat dibeli tanpa adanya resep dokter. Pasien kadang-kadang minum antibiotik meskipun ia tidak membutuhkannya, untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti selesma

Antibiogram sangat penting keberadaannya di rumah sakit sesuai dengan hasil penelitian dari (Joshi 2010) mengenai pentingnya antibiogram di RS, bahwa Antibiogram di rumah sakit, merupakan  hasil kesimpulan secara periodic dari Resistensi Antimikrobial bakteria yang telah dilakukan kultur oleh pihak klinisi di laboratorium RS. Antibiograms sering digunakan oleh pihak klinisi untuk mengkaji resistensi rate untuk membantu memilih terapi antibiotic secara empiris, dan untuk memonitor adanya trend yang terjadi di RSAntibiograms juga dapat digunakan untuk membandingkan resistensi rate dari 1 RS dan trend dari Resistensi bakteri. Beberapa rumah sakit memiliki bagian penunjang yang sangat penting yaitu bagian Komputerisasi yang dapat mengambil data dari laporan yang mereka buat.

Setiap rumah sakit harus melaksanakan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba secara optimal. Pelaksanaan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui: pembentukan tim pelaksana program Pengendalian Resistensi Antimikroba; , penyusunan kebijakan dan panduan penggunaan antibiotik; melaksanakan penggunaan antibiotik secara bijak Strategi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba menurut peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 8 tahun 2015  dilakukan dengan cara: mengendalikan berkembangnya mikroba resisten akibat tekanan seleksi oleh antibiotik, melalui penggunaan antibiotik secara bijak; dan mencegah penyebaran mikroba resisten melalui peningkatan ketaatan terhadap prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi. melaksanakan prinsip pencegahan pengendalian infeksi/

[pdf-embedder url=”http://elsye.staff.umy.ac.id/files/2016/09/Efektifness-Antobiotik-1.pdf” title=”efektifness-antobiotik”]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *