ANALISIS DATA KUALITATIF

Tahap awal dal melakukan pengeolahan data Kualitatif adalah Membuat Transkrip (Verbatim) dari seluruh hasil pengamatan dan wawancara mendalam ataupun FGD. TRANSKRIP merupakan uraian dalam bentuk tulisan yang rinci dan lengkap mengenai apa yang dilihat dan didengar baik secara langsung maupun dari hasil rekaman. Khusus ntuk wawancara mendalam dan FGD, transkrip harus dibuat dengan menggunakan bahasa sesuai hasil wawancara (bahasa daerah, bahasa asing, bahasa ‘khusus’ dll). Setelah membuat transkrip, proses analisa sudah mulai dilakukan dimana analisis terhadap transkrip bertujuan:

  1. Menangkap makna dari teks untuk menunjukkan bagaimana makna dominan yang ada dalam teks dan makna yang dapat dipertentangkan yg bersifat, spesifik.
  2. Menunjukkan makna-makna yang melekat dalam suatu teks, utamanya makna tersembunyi yang terkandung dalam teks.
  3. Menganalisis bagaimana teks berkaitan dengan kehidupan, pengalaman, kenyataan, dan hal-hal yg bermakna tentang subyek penelitian.

Data kualitatif dalam dianalisis apabila pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan benar, seperti gambar dibawah ini:

Pada prinsipnya analisis data dalam penelitian kualitatif, bukan mencari kecenderungan tentang realitas sosial yang diamati dan bukan memotret pola-pola umum dari realitas sosial yang diamati. Analisis yang dilakukan pada penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mencari pemahaman mendalam tentang realitas sosial yang diteliti sebagaimana realitas sosial tersebut dipahami oleh subyek penelitian dan untuk dapat melakukan Interpretasi terhadap makna dibalik perkataan & tingkah laku subyek penelitian

Terdapat 4 Tahapan dasar dalam melakukan Analisis data Kualitatif.

  1. Raw data management- ‘data cleaning’
  2. Data reduction, I, II – Membagi-bagi (‘chunking’) , ‘coding’
  3. Data interpretation – ‘coding’, Mengkatagorikan (‘clustering’)
  4. Data representation – ‘telling the story’, ‘making sense of the data for others’

Menurut Creswel, 2009, tahapan untuk melakukan analisis data seperti gambar dibawah ini.

Sedangkan dalam Proses analisis penelitian menurut strategi Strauss dan Corbin harus dilaksanakan melalui penerapan-penerapan teknik koding.

Teknik koding ini ada tiga tahap yaitu:

  1. OPEN CODING, dalam open coding, suatu gejala (misalnya dalam hal ini ‘reaksi perawat terhadap dokter) akan diidentifikasi kategori-kategorinya untuk kemudian (sesudah diberi sebutan/named, labelled) diidentifikasi atribut dan dimensi.
  2. AXIAL CODING, dalam axial coding, open coding yang telah dibuat akan di Katagorikan sesuai dengan gejala yang berhasil diungkap dan akan dihubungkan satu sama lain. Kategori-kategori itu ada yang dapat diposisikan sebagai :
    1. kondisi yang dianggap penyebab, ialah kejadian apapun yang menyebabkan terjadinya suatu gejala
    2. gejala itu sendiri, ialah peristiwa sentral yang akan menggerakkan terjadinya serangkaian aksi/tindakan atau juga interaksi;
    3. konteks, ialah suatu kompleks kondisi – lokasi dan/atau waktu tertentu—yang menjadi ajang berlangsungnya suatu aksi atau interaksi;
    4. kondisi pengintervensi, ialah kondisi-kondisi struktural yang memudahkan atau menyulitkan jalannya proses dalam suatu konteks tertentu;
    5. aksi atau interaksi, ialah strategi tindakan yang dilakukan untuk merespons atau mengatasi permasalahan yang ada;
    6. konsekuensi, ialah hasil yang diperoleh lewat penyelenggaraan aksi atau interaksi
  3. SELECTIVE CODING; suatu proses untuk menyeleksi kategori-kategori guna menemukan kategori inti atau sentral, secara sistematis dapat dipakai secara konsepsional untuk merangkai dan mengitegrasikan kategori-kategori lain dalam suatu jaringan “kisah”. Kisah panjang-lebar yang merupakan paparan deskriptif tentang realita sosial, yang diletakkan dalam fokus kajian inilah yang disebut Proses mengintegrasikan kategori-kategori dalam selective coding yang berakhir dengan story yang dapat dilaporkan ini dalam suatu tataran analisis yang jauh lebih abstrak daripada yang berlangsung sepanjang proses axial coding. Kepekaan teoretik seorang peneliti, ialah ketajaman imajinasinya untuk mereka-reka bangunan teoretik dari data dan kategori data yang telah diperoleh, sangat diharapkan pada tahap ini.